Senin, 22 Desember 2014

Sahabat Sejati itu Malaikat Tanpa Sayap

Kali ini aku akan membahas tentang Arti Sahabat Sejati versi pandangan dan pengalaman hidupku dalam mencari sahabat sejati. Aku memberi judul Sahabat Sejati itu Malaikat tanpa Sayap, karena sosok sahabat adalah sosok yang paling tidak asing disekitar kita. Tanpa sahabat kita hanya merasa sendirian dikerumunan orang banyak.

Kata "Sahabat Sejati". Itulah sebuah gelar tertinggi bagi orang yang tidak sedarah dengan kita tapi dia lebih mengerti kita bahkan lebih dekat dengan kita dari kerabat kita sendiri. Dia adalah sosok yang kita ingin beri tahu, disaat ada kabar gembira yang kita dapat, dan dia orang yang pertama kita butuhkan saat kita sedang terpuruk dan sendiri.

Malaikat tanpa sayap adalah sebutan yang pantas bagi seorang sahabat sejati. Belum tentu seorang sahabat yang kita miliki sekarang kita bisa sebut sahabat sejati. Sebutlah sahabat sejati sahabatmu, bila ia tetap bertahan dikala jarak dan waktu telah memisahkan kalian. Persahabatan yang sejati tidak akan ada kata "sibuk" yang kita lontarkan bagi sahabat kita.

Dia yang lebih mengerti kita lebih dari seorang ibu, dia yang membuat kita tertawa lebih dari seorang adik, dia yang memberi nasihat kita lebih dari seorang ayah dan dia yang menyayangi kita lebih dari seorang kekasih , ialah yang bisa kamu katakan sahabat sejati.

Untuk menemukan sosok seorang sahabat sejati sangatlah berat, Sahabat sejati bukanlah dia yang datang saat kamu membagi kabar bahagiamu dan pergi disaat kamu berada dalam keterpurukan. Sahabat sejati ialah sahabat yang mengulurkan tangannya saat kamu sedang terjatuh, dan menjadi obat penenang jiwamu dari masalahmu.

Sahabat sejati ialah dia yang menerima kamu apa adanya, menerima semua kekuranganmu, dan menerima keadaanmu dalam bentuk apapun. Tidak peduli pada perkataan semua orang tentangmu, dan memberi kepercayaan penuh padamu.

Katakanlah pada sahabatmu saat ini "Sahabatku, jadilah sahabatku untuk selamanya, terimalah aku apa adanya, jangan pernah tinggalkan aku, bangunkan aku dikala aku mulai terjatuh, sadarkan aku bila aku sudah mulai lupa dengan siapa diriku , dan tetaplah sayangi aku bagaikan kita saudara sedarah"

Tetaplah sayangi sahabatmu , jadikanlah sahabatmu menjadi sahabat sejatimu. Memiliki sahabat sejati bagaikan menemukan sekumpulan harta karun di sebuah negeri yang penuh kegelapan. Peluklah sahabatmu dan katakan "Aku sayang kamu sahabatku".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar