Kamu...iya kamu yang disana, entah disana engkau memikirkanku atau tidak. Disini aku sangat bimbang akan perasaanmu. Masihkah kau mencintainya? Masihkah dibenakmu ada dia? Apa aku tak berarti lagi bagimu? Beri aku kepastian.
Terkadang sikapmu yang lemah lembut, memanjakanku bagai seorang putri di istana dan caramu melindungiku, membuat aku luluh padamu. Melihat matamu yang besinar, melihat senyummu yang menyejukkan hati, ini sangat meyakinkanku bahwa aku telah menemukan cinta sejatiku.
Bila engkau memang tak memiliki perasaan yang dalam padaku, hapus namaku dari kehidupanmu. Ini hati, bukan halte yang bisa kau singgahi untuk sementara. Ini hati bukan sepotong baja yang kokoh. Aku bisa rapuh, aku juga bisa terjatuh. Jangan siksa batin ini, jangan lukai hati ini lagi.
Sungguh lelah yang aku rasakan. Pergilah..sudah pergilah. Jangan kau lukai aku lebih lama lagi, jangan kau sakiti aku lebih lama lagi. Datanglah padaku saat jalan pikiranmu sudah tak bimbang lagi. Jangan pernah temui aku lagi. Lelah hatiku, aku ingin menatap kedepan lagi. Jangan halangi jalanku. Biarkan aku terbang tinggi, bebas, keatas awan. Dan merasakan indahnya duniaku.
Biarkan aku berkarya. Tak kan kubiarkan airmata ini membasahi tiap senti pipi ini. Biarkan angin membawa semua kesedihanku. Biarkan hujan yang menghapus air mata ini. Biarkan matahari memancarkan ketenangan lagi padaku. Pergilah..pergilah...terbanglah jauh bersama anganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar