Aku pandangi langitku malam ini. Awan hitam mulai menutupi indahnya permadani biruku yang terbentang luas disana. Sejenak aku merasakan tetesan air yang mulai turun dan membasahi pipiku. Berlian kecil yang gemelapan di tiap malamku kini sudah tak terlihat lagi.
Suara rintikan kecil mulai terdengar membasahi atap rumahku. Tanaman didepan istanaku mulai bergembira seakan menyambut riang rintikan hujan yang akan membasahi halaman istanaku ini.
Udara sejuk mulai terasa berhembus di antara pori-pori kulitku.
Tanah-tanah mulai terbasahi, bau tanah yang khas saat tersentuh hujan mulai merasuk di hidungku. Terasa indah dan tenang jiwaku melihat semua ini. Aku hanya bisa berdiri di dekat pintu melihat setetes demi tetes air hujan mengalir.
Sejenak ku tadahkan tanganku, kurasakan air yang dingin mulai membasahi tangan ini. Ingin rasanya aku berlari dan menari ditengah derasnya hujan ini, bagaikan seorang putri di kisah negeri dongeng yang biasa aku lihat saat aku kecil dulu. Tapi aku sadar, ini adalah kehidupan nyata. Aku hanya bisa melihat bumiku ini mulai terbasahi dan merasakan kesegaran dan ketenangan dijiwaku.
Aku pejamkan mataku, dan biarkan jiwaku terbang merasakan kebahagiaan dan jiwa yang bebas bersama rintikan hujan yang turun. Ku lepaskan semua beban pikiran dan kejenuhan dalam hidupku. Ingin aku katakan pada dunia "Alirkan dan benamkan semua kejenuhan dalam pikiranmu dalam tiap tetes air yang mengalir, lupakan sejenak semua masalahmu dan bersihkan pikiranmu bersama ketenangan jiwa, dikala kesejukan yang hujan bawa untukmu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar