Inilah yang kurasakan saat ini. Sebuah luapan emosi yang sangat besar. Bagaikan badai yang ingin menerjang dan menghepas. Mata ini bagaikan kelam ditelan malam, Hati terasa keras melebihi batuan beton yang sangat kuat.
Tak ada yang bisa meluluhkan hati ini, saat emosi ini telah meluap bagaikan badai. Jangan pernah hentikan aku, jangan pernah halangi aku, dan jangan pernah mencoba menghilangkannya bila dirimu tak ingin menjadi bangkai.
Bagaikan kucing yang tertidur, kini kucing itu telah terbangun dan menjadi seekor singa yang besar, siap mengaum dan siap menerkammu. Sebuah kesalahan yang ada, jangan pernah kau anggap remeh hal itu. Kau tidak sadarkan, bahwa kesalahan yang kau anggap kecil itu, bagiku adalah sebuah bencana yang sangat membuatku marah.
Inginku mematahkan kepalamu, tanganmu dan aku cincang tiap sentimeter badanmu, lalu aku bakar hidup-hidup dirimu dan aku bungkus bangkaimu bagai sebungkus nasi dan aku tenggelamkan di genangan lumpur yang sangat pekat hingga dirimu benar-benar musnah.
Jangan pernah meremehkan kemarahan orang yang pendiam dan lemah lembut. Tak akan ada yang lebih menakutkan daripada marahnya orang yang diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar